PT. PAN ASIA SUPERINTENDENCE CABANG BATAM: Pakar: Indonesia berpotensi kembali jadi lumbung padi

Rabu, 19 September 2012

Pakar: Indonesia berpotensi kembali jadi lumbung padi

Praktik pertanian yang dilakukan oleh Jepang untuk panen padi juga telah dilakukan oleh petani Indonesia dengan menanami sawahnya dengan cara menggabungkan pupuk tradisional dan pupuk pabrikan,"

Peneliti dari Pusat Penelitian Internasional Jepang Bidang Ilmu Pertanian (JIRCAS) Masato Oda, mengatakan Indonesia masih berpotensi untuk bisa menjadi lumbung padi di Asia Tenggara.

"Praktik pertanian yang dilakukan oleh Jepang untuk panen padi juga telah dilakukan oleh petani Indonesia dengan menanami sawahnya dengan cara menggabungkan pupuk tradisional dan pupuk pabrikan," kata Oda saat Seminar International Fertilizer Industry Association (IFA) Indonesia di Jakarta, Senin.

Syarat yang harus ditempuh adalah dengan pengaplikasian pupuk secara seimbang bagi tanaman padi, jelas Oda.

Menurut dia, pengaplikasian pemupukan secara terkontrol dapat meningkatkan produktivitas padi seperti yang Jepang telah lakukan.

Oda mengatakan, dalam meningkatkan hasil panen beras, hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur penyemaian bibit secara proporsional dengan jarak tidak terlalu dekat sehingga perkembangan tanaman tidak terganggu antara satu dan lainnya.

Selain itu, aplikasi yang dilakukan oleh petani Jepang adalah menanam padi dengan kedalaman debit air yang dangkal.

"Penggunaan pupuk asal pabrik bisa dikurangi untuk memberikan rasa beras yang enak. Namun hal itu harus diimbangi agar bulir padi yang dihasilkan melimpah sehingga produktivitas bertambah," jelas Oda.

Dengan pemberian pupuk yang sesuai, jumlah mikroba yang dibutuhkan oleh tanaman padi dapat dihasilkan dengan fungsi yang sesuai.

Menurut Oda, karbon dalam tanah yang berada di wilayah beriklim tropis berjumlah rendah karena tingginya keberadaan mikroba.

"Namun bukan berarti tanah tersebut tidak memiliki produktivitas pertanian yang tinggi," kata Oda yang mengatakan hal itu bisa diatasi dengan pengaplikasian pupuk pabrik.

Pupuk dibutuhkan untuk menghasilkan nitrogen yang dibutuhkan tanaman dan membuat padi membuahkan bulir dengan banyak.

Namun demikian, Oda mengaku jika tanaman diberi pupuk terlalu banyak, kekuatan padi dalam menahan penyakit dan serangan hama menjadi lemah dan memiliki rasa yang kurang enak.

Oleh karena itu Oda menyampaikan bahwa pembinaan kepada petani Indonesia secara intensif dapat membuahkan hasil panen yang memuaskan sehingga Indonesia bisa kembali menjadi lumbung padi di Asia Tenggara.

Produksi gabah kering giling di Indonesia pada 2012 menurut Menteri Pertanian Suswono diharapkan naik 4,3 persen dari 2011 yang jumlahnya mencapai 65,76 juta ton.

Namun jumlah produksi pada 2011 tersebut mengalami penurunan 1,07 persen dibanding angka pada 2010.

Peningkatan produksi tersebut terjadi karena adanya perkiraan penambahan luas panen seluas 237,30 ribu hektar (1,8 persen) dan produktivitas sebesar 1,23 kwintal per hektar atau 2,47 persen.

Tidak ada komentar: