PT. PAN ASIA SUPERINTENDENCE CABANG BATAM: 06/18/12

Senin, 18 Juni 2012

Indonesia Belum Putuskan Impor Beras

Menteri Perdagangan Thailand, Boonsong Teriyapirom, akan bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Bayu Krisnamurthi, Rabu 20 Juni 2012, di Jakarta. Pada pertemuan itu delegasi Thailand dikabarkan akan menawarkan beras kepada Indonesia. "Tapi pemerintah (Indonesia) belum ada keputusan untuk impor beras," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, melalui pesan pendek, Senin, 18 Juni 2012.

Menurut Deddy, pada kunjungan Menteri Perdagangan Thailand ini kedua perwakilan negara akan membahas soal perpanjangan nota kesepahaman tentang suplai beras dari Thailand ke Indonesia. "Sebagai usaha jaga-jaga jika kita perlu mengimpor," ujarnya.

Namun Deddy enggan menjelaskan detail substansi pembahasan tentang perjanjian pasokan beras itu. "Nanti saja infonya sesudah pertemuan hari Rabu," kata dia.

Sebelumnya kedua negara sudah menyepakati nota kesepahaman komitmen Thailand untuk memasok 1 juta ton beras ke Indonesia. Kerja sama tersebut sejak 2007 dan berakhir pada 2011 lalu.

Pada November 2011 Menteri Perdagangan Gita Wirjawan telah memperpanjang masa berlaku nota kesepahaman dengan Thailand hingga 2016. Eksportir beras itu berjanji akan memasok 1 juta ton beras jika Indonesia membutuhkan.

Sekarang Thailand berharap bisa mengekspor berasnya. Presiden Asosiasi Eksportir Beras Thailand, Korbsook Lamsuri, mengatakan dia menyetujui langkah pemerintah untuk bergerak dan menjual beras di bawah kesepakatan antarnegara. "Tren ekspor beras pada paruh kedua akan sepi, sehingga sektor swasta menaruh harapan pada kesepakatan antarpemerintah, seperti yang diperkirakan bahwa ekspor beras Thailand akan menurun bulan ini karena tingginya harga beras Thailand," kata Korbsook, seperti dikutip Bangkok Post.

Menteri BUMN Berharap Tak Impor Beras Tahun Ini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berharap pada tahun ini Indonesia tak lagi mengimpor beras dengan upaya keras meningkatkan produksi dalam negeri.
"Tahun lalu, Indonesia mengimpor setidaknya 1,7 juta ton beras dari negara lain. Tahun ini bagaimana? Saya belum berani berjanji. Namun, saya berharap tidak ada impor beras lagi tahun ini," katanya di Semarang, Sabtu (16/6).

Dahlan mengemukakan hal itu usai memberikan kuliah umum berjudul "Penguasaan Sains dan Teknologi untuk Kemanusiaan Bangsa dan Pengentasan Kemiskinan" yang berlangsung di Universitas Diponegoro Semarang.

Menurut dia, pemerintah pada tahun ini telah melakukan rapat gabungan beberapa menteri membahas perlu tidaknya Indonesia mengimpor beras, seperti pada bulan April lalu, Juni ini, dan Juli mendatang.

Dahlan mengatakan bahwa hasil rapat koordinasi menteri pada bulan April 2012 memutuskan belum perlu mengimpor beras, kemudian pada bulan Juni ini juga keputusannya sama, dan pada Juli mendatang mungkin ada rapat kembali.

Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan kondisi pangan, khususnya beras setiap bulan untuk menentukan keputusan, salah satunya berkaitan dengan perlu tidaknya Indonesia melakukan impor beras.

Pantauan dan monitor kondisi pangan, menurut dia, dilakukan rutin untuk menjamin ketersediaan stok beras sebab jangan sampai diputuskan tidak impor. Namun, ternyata Indonesia malah kekurangan stok beras. "Rapat pada bulan Mei dan Juni 2012 memutuskan belum perlu impor beras. Untuk rapat pada Juli mendatang belum tahu. Oleh karena itu, saya belum berani berjanji