CIANJUR: Pemkab Cianjur berencana menerapkan label murni dalam sistem
pemasaran beras Pandanwangi pada 2013 untuk menghentikan maraknya praktik
pengoplosan beras unggulan tersebut.
Sudrajat Laksana , Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura
Kabupaten Cianjur, mengatakan pengembangan model agroindustri dan pemasaran
beras berlabel khususnya Pandanwangi untuk meningkatkan nilai tambah
Hal itu, katanya, diharapkan dapat memperbaiki pendapatan bagi petani
dan produsen padi dengan memberikan jaminan mutu beras kepada konsumen.
"Dengan sistem seperti ini bisa menggerakkan dan memberdayakan seluruh
potensi dan kelembagaan yang sudah ada agar dapat menghasilkan beras
berlabel dalam suatu sistem yang terintegrasi," katanya kepada Bisnis,
Minggu (16/9).
Dia menjelaskan sejak 2006 Pemkab Cianjur bersama Institut Pertanian Bogor
(IPB) telah melakukan pendampingan terhadap sistem budidaya, pengolahan
sampai ke pemasaran berasnya di sentra beras Pandanwangi yakni Kecamatan
Warungkondang.
Untuk itu, pihaknya merasa yakin dengan jaminan Pandawangi berlabel itu akan
memperkecil kendala dlam optimalisasi sistem pemasaran yang sedang
dibangun melalui pemberdayaan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).
"Konsumen beras Pandanwangi ini adalah masyarakat menengah ke atas.
Oleh karenanya, harus ada jaminan khusus jangan sampai mereka justru
kecewa dan beralih ke produk lainnya," ujarnya.
Sudrajat menuturkan pada tahun ini Pemkab Cianjur menargetkan produksi beras
Pandanwangi 16.000 ton GKG dengan mengandalkan lima kecamatan yakni
di Warungkondang, Gekbrong, Cibeber, Cilaku dan Cugenang.
Saat ini, ungkapnya, lahan persawahan yang ditanami Pandawangi
menyusut 5 hektare yang tersebar di lima kecamatan tersebut. Untuk
mengatasi hal ini pihaknya telah membeli lahan milik warga.
"Lahan itu dijadikan sebagai Kampung Pandanwangi. Nantinya di tempat
tersebut setiap orang bisa mempelajari segala hal yang berkaitan dengan
Pandanwangi termasuk apabila ada yang mau membelinya,"
jelasnya.
Ketua Gabungan Petani Organik (GPO) Kabupaten Cianjur Usman
mendukung gagasan pemberian label karena akan lebih meningkatkan
kesejahteraan petani.
Saat ini sebanyak 150 petani telah bergabung di organisasi yang
dipimpinnya. "Kami yakin akan memberikan jaminan bagi semua
pihak termasuk petani dan konsumen yang tidak ingin dirugikan. Makanya,
kami medukung penuh gagasan tersebut," paparnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar