PT. PAN ASIA SUPERINTENDENCE CABANG BATAM

Jumat, 23 Desember 2011

DISCHARGING WHITE RICE OF MV PHUONG NAM 68

DISCHARGING WHITE RICE OF MV. PHUONG NAM 69, AT PORT OF DUMAI AND THE LAST PHUONG NAM 68

Tinggal menyisakan Perum Bulog. Seluruh Perum bakal bertransformasi jadi PT

Aksi bersih-bersih Dahlan Iskan di tubuh Kementerian BUMN yang saat ini dipimpinnya terus berlanjut. Setelah dirinya bertekad untuk membersihkan proyek-proyek BUMN dari berbagai kepentingan pihak-pihak tertentu, kali ini Dahlan tengah bersiap untuk mentransformasi Perusahaan Umum (Perum) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Untuk merealisasikan hal tersebut, Dahlan mematok waktu kurang lebih tiga bulan. Namun, Dahlan tak kan 100 persen mengganti Perum menjadi PT karena masih menyisakan Perum Bulog dengan statusnya tersebut. "Semua Perum kecuali Perum Bulog akan diubah menjadi PT, secepatnya langsung jalan. Tidak akan lama, kemungkinan tiga bulan ke depan," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan, kala ditemui dalam acara peresmian PT Adhi Karya (persero) Tbk (ADHI) di ADHI Learning Center, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (21/11/2011). Menurut Dahlan, status perum tersebut menyulitkan penyelamatan BUMN-BUMN yang sakit. Pasalnya, program Kementerian BUMN untuk menyelematkan BUMN sakit dengan cara akuisisi, tidak akan bisa terlaksana apabila statusnya masih Perum. "BUMN-BUMN sehat yang berstatuskan PT, sulit apabila harus melakukan akuisisi terhadap BUMN-BUMN sakit jika statusnya masih perum, maka dari itu perum-perum tersebut haruslah diubah terlebih dahulu statusnya menjadi PT," lugasnya. Sebelumnya Dahlan membeberkan sekira 15 BUMN dinyatakan merugi. Dari belasan BUMN tersebut, sekira tujuh BUMN sudah mendapat kejelasan akuisisi. Ketujuh BUMN tersebut, yakni Perum Produksi Film Negara (PFN) akan diambil alih oleh PT Adhi Karya Tbk (Adhi); PT Pradnya Paramita dan PT Balai Pustaka, setelah dimerger, akan diakuisisi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom); PT Energy Management Indonesia (EMI) Persero diambil alih PT Surveyor Indonesia; PT Survey Udara Penas diambil alih PT Angkasa Pura (AP) I; PT Industri Sandang diambil alih PT PP; dan PT Sarana Karya diambil alih PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Sementara, delapan BUMN rugi lainnya akan menyusul untuk diakuisisi. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Pupuk Sriwidjaja merupakan BUMN yang rencananya akan mengakuisisi BUMN rugi. Ditargetkan, restrukturisasi 15 BUMN rugi akan rampung pada akhir tahun ini. Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartato berpendapat, BUMN yang merugi sebaiknya disehatkan terlebih dahulu sebelum diakuisisi oleh BUMN lain. Hal itu dimaksudkan agar BUMN yang mengakuisisi tidak terbebani. “Yang sakit harus sehat dulu, baru diakuisisi. Kalau sakit diakuisisi, bisa sakit bareng dan mati dua-duanya,” ujar dia.

Stok beras di Bulog Kaltim masih aman

BALIKPAPAN - Stok beras di Bulog Kaltim masih aman hingga lima bulan ke depan meski terjadi musim kemarau. "Setok beras kita aman hingga lima tahun ke depan, jadi tidak perlu khawatir, ujar Kepala Bulog Kaltim Sugiatna, Rabu (5/10/2011). Saat ini stok, beras di gudang bulog Kaltim yakni 12.200 ton dan akan ada tambahan lagi dari Vietnam 3.800 ton yang rencananya masuk Rabu (5/10/2011). Sehingga stok beras untuk Kaltim menjadi 16.000 ton. Rencananya kapal yang membawa beras dari Vietnam akan masuk sore ini dan sandar di pelabuhan Semayang. "Sebelumnya beras yang masuk 4.000 ton juga dari Vietnam, jadi tidak perlu khawatirlah," imbuhnya. Selain itu kata Sugiatna, Bulog Kaltim juga mengakomodasi beras hasil panen petani lokal Kaltim. Tahun ini Bulog telah mengakomodasi beras dari petani dari Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Kertanegara, paser dan Bulungan sebanyak 3.552 ton. "Kita juga ada mengakomodasi beras dari petani lokal berapa pun jumlahnya, namun sesuai dengan kualitas dan standar harga yang dikeluarkan pemerintah di mana harganya Rp5.060 per kilogram untuk tahun 2011. Yah, memang jika dilihat kami nombok," tandasnya.

Bulog Keluhkan Pemda Tolak Operasi Pasar

JAKARTA - Guna menjaga stok pangan seperti beras daging dan kebutuhan lainnya, pemerintah kerap mengadakan operasi pasar di berbagai daerah. Namun, operasi pasar yang dilakukan pemerintah tak selalu berhasil. Kepala Badan Urusan Logistik Sutarto Alimoeso mengatakan, pihaknya kerap mengadakan operasi pasar beras untuk rakyat miskin untuk memenuhi kebutuhan rakyat. "Tapi kadang banyak daerah yang tidak mau bekerja sama mengadakan operasi pasar raskin," ungkap Sutarto kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/12/2011). Sutarto mengatakan, para pelaku pasar tersebut berdalih melindungi petani dengan masuknya beras raskin ke pasar tersebut. "Tapi kalau lagi begini mah bukannya petani yang diuntungkan, tapi pedagang. Kalau sudah begitu, Bulog yang disalahkan," tutur dia. Menurutnya dengan masuknya Bulog ke pasar, maka suplai beras ke pasar akan terjamin. "Persediaan (beras) pasti aman," tegas dia. Lebih jauh dia menjelaskan, dalam operasi pasar, peran daerah sangat menentukan. "Tergantung daerahnya aktif atau tidak. Seperti kemarin di Bali, kalau saya tidak paksa-paksa mereka tidak mau," tutur dia.

Harga Beras Diantisipasi Naik Lagi Tahun Depan

Jakarta. Pemerintah memang belum memutuskan untuk menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) beras di 2012. Namun tanda-tanda itu kian nyata, jika ini terjadi akan berimbas pada kenaikan harga beras di tingkat konsumen. "Ya logikanya mestinya naik (HPP), karena ada beberapa kriteria yaitu nilai tukar petani harus diamankan, nilai tukar petani akan sesuai dengan yang diharapkan. Harga beras dunia, kalau terlalu jauh dari harga beras dunia kan juga tidak baik," kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Rabu (21/12) Selain itu, lanjut Sutarto, ongkos produksi petani juga telah naik. Ia menambahkan secara keseluruhan pasti pemerintah akan memperhitungkan kenaikan HPP beras. "Kalau berapa kenaikannya saya belum tahu. Tapi tidak memberatkan konsumen dan merugikan petani itu saja," kata Sutarto. Ia mengatakan dengan HPP sekarang ini untuk beras yang hanya Rp 5.060 per Kg sudah pasti tidak mungkin lagi Bulog menyerap beras petani. Menurutnya harga beras di pasaran dalam negeri saat ini sudah mencapai Rp 6.500-6.800. "Sekarang ini kan artinya harga tersebut (HPP) masih dikatakan di bawah harga pasar," katanya. Sebelumnya pemerintah telah menaikkan harga pembelian beras dan gabah di 2009 melalui Inpres No. 7/2009 tentang Kebijakan Perberasan. Untuk HPP gabah kering panen (GKP) di petani Rp 2.640 per kg, GKP di penggilingan Rp 2.685 per kg, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp3.300 per kg, sedangkan GKG di gudang Bulog Rp 3.345 per kg sementara harga beras di gudang Bulog Rp 5.060 per kg. Pada awal tahun ini pemerintah memang mengeluarkan Inpres No. 8/2011 tentang Beras yang memberikan fleksibelitas Bulog untuk membeli beras petani di atas HPP beras

Beras Thailand Masuk sampai 20 Februari 2012

JAKARTA: Thailand memastikan pengiriman beras sebanyak 300.000 ton ke Indonesia akan terealisasi paling lambat 20 Februari 2012, sehingga memperkuat stok barang kebutuhan pokok itu di dalam negeri untuk tahun depan. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan negosiasi ulang dengan Thailand terkait pembelian beras impor telah tuntas dilakukan beberapa waktu lalu. “Negosiasi terkait waktu pengiriman [yang mundur], mereka bilang karena banjir. Negosiasi bukan mengenai harga. Kalau mengenai harga, saya tidak mau lagi negosiasi,” jelasnya, Rabu 21 Desember. Dia menuturkan pihaknya tidak bisa memaksakan kehendak terkait dengan waktu pengiriman dari Thailand karena yang dialami Negeri Gajah Putih itu adalah force majeur. Berdasarkan catatan Bisnis, beras sebanyak 300.000 ton dari Thailand sebelumnya diperkirakan paling cepat masuk ke Indonesia pada September-Oktober 2011. Adapun, sempat dikabarkan bahwa Thailand membatalkan menjual beras tersebut ke Indonesia karena harga yang ditawarkan saat kesepakatan dinilai rendah. Di sisi lain, Sutarto memaparkan pada tahun depan Bulog ditargetkan untuk bisa menyediakan beras sebanyak 5 juta ton, termasuk yang harus dicadangkan 2 juta ton. Volume beras yang harus dicadangkan itu meningkat 11% dibandingkan dengan tahun ini sebanyak 1,8 juta ton. Sementara itu, pada tahun depan ada kontrak carry over beras impor sebanyak 500.000 ton. Adapun mengenai jumlah impor beras, Sutarto belum ingin memaparkan rencana tersebut karena terkait dengan produksi di dalam negeri. “Bulog sudah punya skenario untuk 2012. Ada skenario optimistis, pesimistis, dan moderat. Skenario optimistis adalah tidak perlu impor, sementara kalau pesimistis ya produksi di dalam negeri turun, jauh dari target,” jelasnya. Terkait dengan peningkatan harga beras menjelang Natal dan Tahun Baru, Sutarto mengatakan Bulog siap melakukan operaso pasar berapa pun. “Sejumlah pemda sudah meminta untuk dilakukan operasi pasar seperti Sumut, Sumbar, Sumsel, DKI, Banten, Jabar, Papua, Maluku. Di samping itu, kami juga mengharapkan Jateng dan Jatim juga meminta. Total, saat ini sudah 371.000 ton beras untuk OP, diharapkan hingga akhir tahun tidak sampai 400.000 ton,” paparnya. Perkembangan lainnya, Deputi II Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Anang Setiawan menuturkan tahun depan dipastikan harga pokok pembelian (HPP) beras mengalami peningkatan dibandingkan dengan saat ini Rp5.060 per kg. Dia mengharapkan peningkatan HPP beras tidak berdampak buruk pada program penanggulangan kemiskinan yang sedang berjalan. “Tahun depan kalau jadi akan ada pembatasan BBM dan peningkatan tarif listrik. Kami harapkan tidak akan mengganggu program penanggulangan kemiskinan, apalagi HPP beras naik,” jelasnya. Sutarto mengatakan uang tebus untuk beras raskin juga akan mengalami peningkatan dari saat ini Rp1.600 per kg, karena HPP beras juga mengalami penaikan. Setiap keluarga miskin, saat ini mendapat jatah 15 kg raskin per bulan.

Beras Impor Segera Masuk Indonesia Lagi

JAKARTA: Negosiasi impor beras Thailand yang sebelumnya sempat tertunda telah selesai. Perum Bulog telah mencapai kesapakatan dengan negara tersebut dalam hal pemenuhan kebutuhan beras untuk Indonesia. "Beras Thailand tidak ada masalah. Negosiasi sudah selesai. Negosiasi sekarang pengiriman mengenai jadwal," ujar Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (21/12). Ia menjelaskan saat ini beras tersebut sedang dalam proses pengiriman ke Indonesia. Namun karena adanya bencana banjir di wilayah tersebut menyebabkan pengiriman menjadi sedikit terhambat. "Paling lambat 20 Februari harus sudah dikirim," jelasnya. Ia menjelaskan realisasi importasi beras sebanyak 1,9 juta ton yang terdiri atas dari Vietnam sebanyak 1,2 juta ton, Thailand 450 ribu ton dan India sebanyak 250 ribu ton. Sedangkan realisasi pengadaan beras dalam negeri hingga akhir tahun ini sebanyak 1,75 juta ton. Sehingga total pengadaan beras Bulog sekitar 3,7 juta ton. Untuk tahun mendatang, Bulog telah menyiapkan beberapa skenario untuk ketersediaan beras untuk beras rakyat miskin (raskin) dan cadangan beras untuk stabilisasi. "Kalau optimis, tidak ada yang impor. Pesimis, kalau produksi turun jauh dari target," jelasnya. Utamanya, lanjut Sutarto, pada 2012 Bulog harus menyiapkan beras sebanyak 5,5 juta ton dengan perhitungan penyaluran beras produksi dalam negeri sebanyak 3,5 juta dan hingga akhir 2012 Bulog harus punya cadangan beras sebanyak 2 juta ton. "Harus punya cadangan 2 juta. Jadi 5,5 juta. Tahun 2012 kita punya carry over impor 500. Jadi masih kekurangan 5 juta," ungkap Sutarto