PT. PAN ASIA SUPERINTENDENCE CABANG BATAM

Jumat, 23 Desember 2011

CATATAN 77 DARI TEMPO

15 Januari 1977 Setelah Manipulasi Cook MULAI akhir 1976, kontrol terhadap ekspor bahan pangan dan produk pertanian AS diperketat. Inspeksi terhadap berat dan mutu produk pertanian yang diekspor tak lagi diserahkan pada swasta, tapi langsung diurus petugas USDA (Departemen Pertanian AS). Hanya 10 negara bagian mendapat wewenang untuk menginspeksi ekspor pertaniannya sendiri. Dan untuk mengkordinir kerja ekstra bagi USDA itu, akan diangkat 100 pegawai baru dan dibentuk suatu badan baru:, Federal Grain Inspection Service (FGIS), di bawah USDA. Selanjutnya pelanggaran terhadap ketentuan kontrol ekspor padi-padian itu berdasarkan UU Standar Ekspor Padi-padian yang disahkan 21 Oktober lalu diancam dengan denda sampai $AS 75 ribu. UU baru itu merupakan hasil penjajagan Senat AS dan USDA selama 16 bulan sejak Juni 1975. Biang penggugahnya adalah skandal ekspor padi-padian yang dilakukan 6 eksportir AS sejak tahun 1969, yang baru terbongkar 5 tahun kemudian. Seperti diberitakan AP dari Washington 24 Desember lalu, ke-6 eksportir itu memanipulir bantuan pangan dari pemerintah AS untuk India Bangladesh, Turki, Yunani, Cili, Uni Soviet dan 20 negara lain. Akibat terbongkarnya manipulasi bantuan pangan itu. pemerintah federal AS secara khusus menuntut perusahaan Cook Industries - eksportir padi-padian No.3 terbesar di AS - karena merugikan negara sebanyak $AS 24 juta. Kerugian itu disebabkan karena took mencampur kerikil, pasir, jerami dan tanaman kering dalam karung-karung gandum dan jagung yang dikapalkan ke herbagai negara tersehut. Juga skala timbangan perusahaan itu di negara bagian Louisiana dimanipulir, hingga beral yang tercantum jauh di atas berat sebenarnya. Adapun perusahaan lain yang juga terlibat skandal bantuan pangan pemerintah AS itu adalah Continental Grain. Bunge Grain, Archer-Daniels-Midland, Garnach Grain dan Mississippi Grain. Ke-5 perusahaan itu dituduh "ada main" dengan perantaranya, hingga bantuan pangan yang disubsidi pemerintah AS itu kwalitasnya merosot di bawah standar yang ditentukan. Mengapa manipulasi bantuan pangan itu begitu lama baru ketahuan? "Yah, inspeksi berat dan mutu bahan pangan yang dibongkar di negeri-negeri itu tidak seketat seperti di Amerika", tutur Verle Lenier, atase pertanian AS di Jakarta. Namun dia juga mengakui, sebelum keluarnya UU baru tentang pengawasan ekspor padi-padian itu sistim inspeksi di AS pun membuka peluang bagi manipulasi. Dulu, inspeksi sebelum beras, gandum atau jagung itu dimuat dilakukan oleh surveyor swasta. Atau surveyor negara bagian. Rupanya mereka itu ada main dengan ke-6 eksportir itu di terminalterminal sepanjallg sungai Mississippi", katanya lagi. Itu sebabnya sejak sekarang inspeksi sebelum barang dimuat di kapal harus dilakukan oleh petugas USDA sendiri. Kecuali untuk 10 negara bagian yang masih dipercaya, rupanya. Dengan ketentuan tambahan, bahwa petugas FGIS itu harus dirotasi secara periodik untuk menghindari pribadi yang lugas lagi dengan eksportir-eksportir tersebut. Adapun ke-6 eksportir itu sendiri tetap boleh mengekspor terus padi-padian AS yang dibeli lewat bantuan pemerintah AS (PL-480) maupun pembelian komersiil yang dijamin oleh US Commodity Credit Corporation (CCC). "Hanya saja, mereka harus membayar denda, dan petugas-petugasnya yang korup kemungkinan besar sudah dipecat", ujar Lanier. Menurutnya, para eksportir itu dikenal di Indonesia, khususnya bagi Bulog. Tiga di antaranya adalah langganan Bulog juga. Cook, Continental dan Bunge. Untungnya, manipulasi bantuan pangan selama 5 tahun itu - yang tak meliputi beras kebetulan tak melibatkan Indonesia. Menurut Lanier "sistim inspeksi bantuan pangan Bulog cukup baik". Inspeksi itu sampai kini dilakukan surveyor PT Sucofindo dan PT Pan Asia yang selama ini belum pernah mengajukan klaim pada USDA lantaran beras & gandum Amerika yang masuk julhlah atau mutunya tidak rnelnadai. "Kecuali pengapalan yang terakhir. di mana beras itu sebagian dihinggapi serangga. rapi itu tinggal disemprot saja", katanya. Amerika kreditor pangan No.2 bagi Indonesia, memheri pinjaman PL-480 sebanyak $AS 103 juta untuk tahun 76/77 ini. Dengan kredit ringan (3-4% bunga setahun) berjangka 20 tahun itu diharapkan dapat diperoleh 350.000 ton beras dan 100.000 ton gandum. Sedang dari Muangthai, selama periode yang sama pemerintah Indonesia telah memesan 500.000 ton beras Siann Ditambah dengan pembelian lainnya atas dasar pinjaman G-to-G dan pembelian komersiil murni, Bulog berusaha memenuhi seluruh gudang-gudangnya yang bakal berkapasitas 1 juta ton lebih guna menghadapi paceklik 76/77 ini.

Selasa, 20 Desember 2011

Warga Kurang Mampu Terima Raskin Ke-13

Warga kurang mampu di Jambi segera menerima beras murah ke-13, guna memenuhi kebutuhan menghadapi masa paceklik saat ini. Kabid Pelayanan Publik Perum Bulog Jambi, Wastono di Jambi, Minggu mengatakan, pihaknya sudah menerima petunjuk dan perintah dari Bulog pusat untuk menyalurkan beras kepada keluarga miskin (Raskin) ke-13 tersebut. "Jatah 12 bulan untuk 2011, sudah tersalurkan hampir seratus persen, dan akan tuntas dalam waktu dekat, dan untuk penyaluran Raskin ke-13 segera dilakukan," katanya. Ia menyebutkan, jatah Raskin ke-13 sama dengan jatah satu bulan untuk satu tahun sebelumnya, yakni 15kg/KK atau rumah tangga sasaran (RTS), dan harga pun tetap Rp1.600/kg. Penyaluran Raskin ke-13 itu ditargetkan dimulai minggu ketiga Desember 2011, supaya warga kurang mampu juga mempunyai sedikit cadangan pada musim paceklik seperti saat ini. Warga kurang mampu atau RTS di Jambi penerima Raskin tercatat 133.137 kk, dan tiap bulan mendapat jatah 15kg dengan harga Rp1.600/kg. Jatah 12 bulan selama 2011 sebagian besar sudah menerima, hanya sebagian kecil di sejumlah daerah yang belum menuntaskan penyaluran. Sisa penyaluran Raskin 2011 sebanyak 70 ton dari total 23.964.665 ton diyakini dalam waktu dekat segera dituntaskan. Selanjutnya menunggu adanya penyaluran Rakin 2012, warga kurang mampu itu dapat menggunakan Raskin ke-13 untuk kebutuhan sehari-hari. "Tujuan lain penambahan Raskin ke-13 itu untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi musim paceklik atau musim hujan saat ini yang diprediksikan berlangsung hingga Februari 2012," kata Wastono.

Residents Less Able To Accept Raskin-13

Residents in Edinburgh are less able to immediately receive the cheap rice to-13, in order to meet the needs currently facing lean times. Head of Public Service Bulog Jambi, Jambi Wastono on Sunday said it had received the instructions and orders from the central Bulog to distribute rice to families the poor (Raskin) of the 13 are. "Ration 12 months for 2011, has channeled nearly one hundred percent, and will be completed in the near future, and for distribution to the Raskin-13 immediately," he said. He said Raskin rations to-13 ration equal to one month to one year earlier, namely 15kg/KK or target households (RTS), and the price was still Rp1.600/kg. Channeling Raskin the 13th, is targeted to begin the third week of December 2011, so that citizens are less capable of also have little spare time on a bad season like this. Citizens are less able or RTS receiver Raskin recorded at Edinburgh 133 137 kk, and each month gets a small 15kg Rp1.600/kg prices. Ration 12 months during 2011 have largely been accepted, only a small in a number of areas that have not completed the distribution. The rest of the distribution of Raskin 2011 as much as 70 tons of a total of 23,964,665 tons is believed to be resolved anytime soon. Then wait for the distribution of Rakin, 2012, citizens were less able to use Raskin to-13 for their daily needs . "Another objective Raskin addition of the 13's to help people meet food needs in the conditions of a bad season or rainy season predicted at this time lasted until February 2012," said Wastono

Penyaluran Raskin di Jambi Tersisa 70 Ton

Penyaluran beras untuk keluarga miskin jatah 12 bulan 2011 di Jambi tersisa sebanyak 70 ton. Kabid Pelayanan Publik Perum Bulog Jambi, Wastono di Jambi, Minggu mengatakan, hingga minggu ke dua Desember 2011 beras untuk keluarga miskin (Raskin) tersalurkan sebanyak 23.964.590 ton dari jatah 23.964.660 ton. "Ditargetkan penyaluran Raskin 2011 tuntas pada kepak ketiga Desember, untuk menghabiskan sisa 70 ton yang belum tersalurkan," katanya. Ia menyebutkan, sebagian besar daerah sudah menuntaskan penyaluran Raskin meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Bungo, dan Kabupaten Tebo. Daerah lainnya masih dalam proses penyaluran dari sisa yang belum didistribusikan, meliputi Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Muarojambi, Kerinci, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Merangin dan Sarolangun. Ia menyebutkan, untuk Kota Jambi jatah setahun 3.180.960 ton, Kabupaten Batanghari (1.729.980 ton), Muarojambi, (2.066.400 ton), dan Kerinci (2.549.520 ton). Selanjutnya Kota Sungai Penuh, jatah 901.260 ton, Kabupaten Merangin (3.010.860 ton), dan Kabupaten Sarolangun 2.563 ton. Total penyaluran hingga pekan ke dua Desember 2011 2011 sebanyak 23.964.590 ton dari jatah 23.964.660 ton, atau tersisa 70 ton. "Diyakini penyaluran itu tiga hari ke depan akan terealisasi 100 persen," kata Wastono.

Senin, 19 Desember 2011

Bulog Proyeksikan Stok Beras 4 Juta Ton

Perum Bulog, Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang pangan, memproyeksikan pada 2012 mampu melakukan penyediaan beras sebanyak 3,7 - 4 juta ton. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan target penyediaan beras sebanyak empat juta pada tahun 2012 dilakukan dari pengadaan dalam negeri sekitar 3,5-3,6 juta ton sedangkan 500.000 ton berasal dari carry over impor beras 2011. "Kita akan mengutamakan dari dalam negeri. Kalau tidak cukup baru impor," katanya dalam Media Gathering 2011 yang digelar Forum Wartawan Bulog, di Bogor, Minggu (18/12). Sutarto menyatakan, jika target produksi padi nasional pada 2012 sebanyak 74 juta ton gabah kering giling (GKG) tercapai, atau naik 12 persend dari 2010 yang mencapai 65 juta ton maka pihaknya optimis tidak perlu dilakukan impor beras tahun depan. Menurut dia, pengadaan beras dari petani sebanyak 3,5 juta ton merupakan skenario optimistis jika produksi padi 2012 benar-benar naik 13 persen. Sebaliknya, Perum Bulog juga menetapkan skenario pesimistis dan moderat namun secara diplomatis Sutarto enggan mengungkapkannya dengan alasan sangat sensitif untuk pasar luar negeri. "Perum Bulog tidak mengharapkan skenario pesimistis yang terjadi dan berujung pada impor beras," katanya. Namun, tambahnya, jika memang terpaksa impor pihaknya meminta pemerintah secepatnya memutuskan dan tidak berlarut seperti pada tahun ini yang baru ditetapkan pada September. Menurut dia, idealnya, keputusan impor beras ditetapkan segera setelah BPS mengumumkan angka ramalan II pada Juni-Juli agar harga di pasar dunia tidak keburu tinggi. Sutarto menjelaskan realisasi pengadaan beras dalam negeri hingga akhir tahun ini sebanyak 1,75 juta ton sedangkan impor sebanyak 1,9 juta ton yang terdiri atas dari Vietnam sebanyak 1,2 juta ton,Thailand 450.000 ton dan India sebanyak 250.000 ton sehingga total pengadaan beras Bulog sekitar 3,7 juta ton. Sementara itu menyinggung penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin), dia menyatakan. pada tahun ini Bulog akan meyalurkan beras raskin yang ke 13. Dengan demikian, menurut dia, total raskin yang akan disalurkan pada tahun 2011 sebanyak 3,4 juta ton

Cara Memilih Beras yang Baik

Awas beras oplosan, beras bau pandan, beras sangat putih? teliti sebelum memberli. Banyak sekali beras yang beredar di pasaran, terutama pasar tradisional yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Terkadang pembeli menginginkan beras pandan wangi, namun pada kenyataannya sebenarnya yang dibelinya adalah beras IR 64, atau ingin membeli beras dengan kualitas bagus, namun mendapatkan beras dengan campuran obat kimia yang sangat berbahaya.

Untuk itu sebagai bentuk kepedulian Kami, berikut ini Kami sampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih beras sesuai dengan yang diharapkan :
1. Beberapa Jenis Beras yang Terdapat di Masyarakat
Jika ingin memilih beras sesuai dengan jenis yang Anda inginkan, harus diperhatikan ciri-ciri beras sesuai dengan jenisnya. Setiap jenis beras memiliki ciri-ciri khusus yang dapat Anda perhatikan.
a. Pandan Wangi
Ciri khas beras pandan wangi adalah aromanya yang wangi pandan. Namun sering pula terdapat beras yang wangi pandan karena zat pewangi kimia. Namun masih terdapat ciri yang lainnya yang bisa membantu agar Anda tidak salah pilih, yaitu beras pandan wangi tidak panjang, tetapi cenderung bulat. Jika terdapat beras dengan biji yang panjang, tetapi wangi hampir dapat dipastikan beras tersebut telah dicampur dengan pewangi kimia. Selain bulat beras pandan wangi juga berwarna sedikit kekuningan tapi tidak putih namun bening.
b. IR 64 / Setra Ramos
Beras IR 64 atau Setra Ramos adalah beras yang paling banyak beredar di pasaran, karena harganya yang terjangkau dan relatif cocok dengan selera masyarakat perkotaan. Normalnya beras jenis ini pulen jika dimasak menjadi nasi, namun jika telah berumur terlalu lama (lebih dari 3 bulan) maka beras ini menjadi sedikit pera, dan mudah basi ketika menjadi nasi. Beras ini memiliki ciri fisik agak panjang / lonjong, tidak bulat. Beras ini tidak mengeluarkan aroma wangi seperti pandan wangi, namun seringkali pabrik / pedagang beras menambahkan zat kimia pemutih, pelicin dan pewangi pada beras ini. Maka berhati-hatilah jika menemui beras dengan bentuk lonjong, namun mengeluarkan aroma wangi, bisa jadi beras tersebut telah ditambahkan pewangi kimia.
c. Rojolele
Beras Rojolele memiliki ciri fisik cenderung bulat, memiliki sedikit bagian yang berwarna putih susu, dan tidak wangi seperti beras pandan wangi. Nama Rojolele biasanya adalah sebutan dari daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur, namun untuk daerah Jawa Barat dan beberapa daerah lain terkadang beras ini biasanya disebut Beras Muncul.
d. IR 42
Beras IR 42 bentuknya tidak bulat, mirip dengan IR 64 namun ukurannya lebih kecil. Beras ini jika dimasak nasinya tidak pulen, namun pera sehingga cocok untuk keperluan khusus seperti untuk nasi goreng, nasi uduk, lontong, ketupat dan lain sebagainya. Biasanya harganya relatif lebih mahal daripada IR 64 karena beras ini jarang ditanam oleh petani.
e. Beras C4
Ciri fisiknya mirip seperti beras IR42 namun sedikit lebih bulat, seperti IR64 namun lebih kecil. Beras ini masih sangat jarang ditemui di pasaran, karena jarang ditanam oleh petani. Nasinya pulen seperti IR64, namun lebih pulen.
2. Cara Mengetahui Beras yang Mengandung Zat Kimia
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seringkali beras yang beredar di masayarakat adalah beras yang mengandung banyak sekali zat kimia. Zat-zat kimia tersebut biasanya digunakan untuk keperluan mempercantik tampilan fisik beras sebagai :
* Pelicin
* Pewangi
* Pemutih
* Pembunuh Kutu
Dari pengalaman Kami, banyak sekali pedagang atau pabrik beras yang tidak peduli akan hal ini, yang terpenting bagi mereka adalah pembeli menjadi sangat tertarik untuk membeli beras mereka yang tampilan fisiknya sangat bagus. Pabrik Kami pun sering disarankan oleh pedagang yang Kami pasok, untuk menggunakan zat kimia ini untuk mempercantik tampilan fisik beras yang Kami produksi. Mereka selalu mengatakan "Gak papa pake zat kimia, toh pembeli senang dengan beras yang seperti itu, dan mereka tidak tahu kalau beras tersebut mengandung zat kimia".
Untuk itulah Kami memberikan beberapa tips untuk mengetahui apakah beras mengandung zat kimia atau tidak.
a. Zat Pewangi
Beras yang dapat mengeluarkan aroma wangi saat ini hanyalah Beras Pandan Wangi. Beras pandan wangi memiliki ciri-ciri seperti yang telah dijelaskan di atas. Jika Anda menemui beras dengan ciri fisik tidak seperti pandan wangi, namun mengeluarkan aroma wangi, maka bisa dipastikan beras tersebut mengandung zat pewangi. Beras Pandan Wangi pasti berbentuk cenderung bulat, tidak panjang/ lonjong. Jika panjang/lonjong dan wangi berarti itu adalah Beras IR 64 yang diberi zat pewangi.
Namun terkadang beras pandan wangi sendiri juga diberi zat kimia pewangi oleh penjual beras. Untuk mengetahui hal ini ada beberapa hal yang dapat Anda waspadai. Beras Pandan Wangi yang mengeluarkan aroma sangat wangi hanya ketika beras tersebut masih baru, yaitu berumur kurang dari 2 bulan. Jika berumur > 2 bulan maka wanginya akan berkurang, namun masih bisa mengeluarkan wangi ketika dimasak menjadi nasi. Untuk mengetahui apakah umur beras pandan wangi masih baru atau sudah lama dapat dilihat pada pembahasan selanjutnya. Jadi jika ada beras pandan wangi yang umurnya sudah cukup lama namun masih sangat wangi, bisa jadi beras tersebut diberi zat pewangi.
b. Zat Pelicin
Beras dengan pelicin biasanya sangat licin ketika kita remas, dan banyak sekali orang yang senang dengan beras yang sangat licin ini. Untuk mengetahui beras tersebut mengandung zat pelicin atau tidak, silahkan perhatikan tangan Anda setelah meremas beras tersebut. Jika mengandung pelicin, biasanya pada tangan Anda beras tersebut banyak sekali yang menempel pada tangan Anda. Tentunya untuk melakukan pengujian ini tangan Anda harus kering, tidak basah/berkeringat. Jika tidak mengandung zat pelicin biasanya biji beras yang menempel pada tangan tidak terlalu banyak.
c. Zat Pemutih
Beras juga sering mengandung pemutih kimia. Banyak sekali jenis zat pemutih yang digunakan oleh pabrik beras seperti tawas, kaporit, bahkan deterjen dan pemutih pakaian seperti bayclin. Untuk mengetahui hal ini memang cukup sulit, namun Anda bisa melihat jika putihnya terlalu putih dan tidak ada warna alami beras sama sekali (bening kekuningan), maka beras tersebut patut diwaspadai.
3. Memperkirakan Umur Beras
Beras jika terlalu lama umurnya akan menurun kualitasnya. Nasi akan mudah basi dan kurang pulen atau kurang enak. Untuk mengetahui apakah beras sudah berumur cukup lama atau tidak dapat dilakukan dengan beberapa hal
a. Baunya
Beras yang sudah lama (lebih dari 1 bulan) biasanya sudah berbau agak apek, apalagi saat digiling tidak terlalu kering.
b. Fisiknya
Beras yang sudah cukup lama dapat dilihat dari ciri fisiknya berupa banyak guratan-guratan berupa garis memanjang pada beras dengan tekstur yang cukup jelas. Selain guratan ini, pada beras yang cukup lama juga mulai terlihat penepungan berupa warna putih seperti serbuk yang menmpel pada beras.
c. Berkutu
Beras yang sudah mulai lama biasanya mulai berkutu. Namun kalau terdapat kutu, justru pertanda beras tersebut tidak mengandung zat kimia, namun tentu ini bukan merupakan beras terbaik. Tapi perlu juga diperhatikan bahwa beras yang baru juga ada kemungkinan berkutu karena tertular dari beras lain yang sudah lebih lama.

Sekilas CBP (Cadangan Beras Pemerintah)

Cadangan pangan merupakan hal yang sangat penting bagi ketahanan pangan suatu negara, termasuk negara Indoensia yang bersifat agraris. Sejak tahun 2005, Pemerintah telah memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh BULOG, menyatu dengan stok BULOG dan dapat diakses di setiap gudang BULOG di seluruh Indonesia oleh Pemerintah.

CBP merupakan sejumlah beras tertentu milik Pemerintah yang sumber dananya berasal dari APBN dan dikelola oleh BULOG yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan beras dan dalam rangka mengantisipasi masalah kekurangan pangan, gejolak harga, keadaan darurat akibat bencana dan kerawanan pangan serta memenuhi kesepakatan Cadangan Beras Darurat ASEAN (ASEAN Emergency Rice Reserve, AERR).

Jumlah awal CBP yang dimiliki pemerintah adalah 350 ribu ton beras. Stok tersebut secara fisik menyatu dengan stok operasional BULOG sehingga memudahkan dalam penggunaannya dan tersedia setiap saat. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mengaksesnya untuk tujuan-tujuan CBP tersebut sesuai dengan prosedurnya.

Manfaat adanya CBP ini telah teruji dalam penanganan berbagai bencana alam di tanah air. Beras yang telah tersedia di gudang-gudang BULOG yang tersebar merata di seluruh tanah air dapat segera dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi pengungsi korban bencana. Dengan demikian ketahanan pangan bagi rumah tangga yang terkena bencana tetap dapat dijaga. Pangan tersedia, dapat dijangkau dan stabilitas pasokannya dapat terjamin.

CBP juga telah teruji pada saat terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi dan meresahkan masyarakat pada akhir tahun 2006 dan awal 2007, maupun akhir tahun 2007 dan awal 2008. CBP telah dimanfaatkan sebagai sumber beras Operasi Pasar Murni (OPM) langsung di pasar-pasar (tahun 2006-2007) maupun OPK CBP RASKIN dengan sasaran rumah tangga penerima manfaat RASKIN (20007 – 2008).

Demikian juga pada saat terjadi krisis harga beras dunia tahun 2008, cukupnya stok yang dikelola BULOG yang didalamnya termasuk CBP, telah memberi pengaruh positif terhadap stabilitas harga beras dalam negeri karena ada rasa aman bagi masyarakat terhadap kemampuan Pemerintah menjaga pasokan dan harga, serta mampu mencegah munculnya spekulasi. Harga beras dunia yang naik lebih dari 3 kali lipat, tidak diikuti oleh kenaikan harga beras domestik. Pasar beras dalam negeri bisa terisolasi dari gejolak harga dunia karena kecukupan stok dan pasokan dalam negeri.

Pengelolaan CBP semakin penting karena perkembangan situasi pasar internasional yang cenderung bergejolak mau tidak mau akan mempengaruhi pasar domestik. Stok yang dimiliki oleh Pemerintah harus cukup kuat untuk menjaga tingkat rasa aman di masyarakat. Selain itu potensi bencana juga semakin sering. Berita tentang bencana banjir, gempa dan lain-lain sering terdengar baik dalam skala kecil maupun besar. Tim UGM (2003) menyebutkan bahwa jumlah cadangan beras ideal yang harus dimiliki oleh Pemerintah adalah sekitar 750 ribu – 1,25 juta ton.

Disamping pertimbangan-pertimbangan tersebut, hingga saat ini, sebagian besar pengeluaran rumah tangga masih untuk kebutuhan pangan, sehingga ketidakstabilan harga pangan akan sangat berpengeruh terhadap pendapatan riil masyarakat, terutama masyarakat berpendapatan rendah, yang akan mengurangi daya beli mereka.

Pengembangan CBP dapat menempatkan fungsi dan peran CBP yang lebih luas sebagai katup pengaman saat terjadi masalah pangan yang muncul akibat kekurangan pangan, seperti yang dilakukan selama ini, atau sebagai akibat terjadinya kelebihan pangan yang menyebabkan surplus atau tekanan pada harga produsen. Dengan demikian CBP dari sisi demand berfungsi sebagai instrument stabilisasi harga konsumen (price stabilization) dan jaminan pasokan, sedangkan dari sisi suplai berfungsi untuk membantu melindungi harga produsen (price support). (BULOG@2010)