PT. PAN ASIA SUPERINTENDENCE CABANG BATAM: Beras pandanwangi-akan diberi label murni

Rabu, 19 September 2012

Beras pandanwangi-akan diberi label murni


CIANJUR: Pemkab Cianjur berencana menerapkan label murni dalam sistem pemasaran beras Pandanwangi pada 2013 untuk menghentikan maraknya praktik pengoplosan beras unggulan tersebut.

Sudrajat Laksana , Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, mengatakan pengembangan model agroindustri dan pemasaran beras berlabel khususnya Pandanwangi untuk meningkatkan nilai tambah 

Hal itu, katanya, diharapkan dapat memperbaiki pendapatan bagi petani dan produsen padi dengan memberikan jaminan mutu beras kepada konsumen.

"Dengan sistem seperti ini bisa menggerakkan dan memberdayakan seluruh potensi dan kelembagaan yang sudah ada agar dapat menghasilkan beras berlabel dalam suatu sistem yang terintegrasi," katanya kepada Bisnis, Minggu (16/9). 

Dia menjelaskan sejak 2006 Pemkab Cianjur bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) telah melakukan pendampingan terhadap sistem budidaya, pengolahan sampai ke pemasaran berasnya di sentra beras Pandanwangi yakni Kecamatan Warungkondang.

Untuk itu, pihaknya merasa yakin dengan jaminan Pandawangi berlabel itu akan memperkecil kendala dlam optimalisasi sistem pemasaran yang sedang dibangun melalui pemberdayaan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).

"Konsumen beras Pandanwangi ini adalah masyarakat menengah ke atas. Oleh karenanya, harus ada jaminan khusus jangan sampai mereka justru kecewa dan beralih ke produk lainnya," ujarnya.

Sudrajat menuturkan pada tahun ini Pemkab Cianjur menargetkan produksi beras Pandanwangi 16.000 ton GKG dengan mengandalkan lima kecamatan yakni di Warungkondang, Gekbrong, Cibeber, Cilaku dan Cugenang. 

Saat ini, ungkapnya, lahan persawahan yang ditanami Pandawangi menyusut 5 hektare yang tersebar di lima kecamatan tersebut. Untuk mengatasi hal ini pihaknya telah membeli lahan milik warga. 

"Lahan itu dijadikan sebagai Kampung Pandanwangi. Nantinya di tempat tersebut setiap orang bisa mempelajari segala hal yang berkaitan dengan Pandanwangi termasuk apabila ada yang mau membelinya," jelasnya. 

Ketua Gabungan Petani Organik (GPO) Kabupaten Cianjur Usman mendukung gagasan pemberian label karena akan lebih meningkatkan kesejahteraan petani.

 Saat ini sebanyak 150 petani telah bergabung di organisasi yang dipimpinnya. "Kami yakin akan memberikan jaminan bagi semua pihak termasuk petani dan konsumen yang tidak ingin dirugikan. Makanya, kami medukung penuh gagasan tersebut," paparnya

Tidak ada komentar: